1. Laut Selatan / Samudra Hindia
Melambangkan alam luas, kekuatan kehidupan, serta titik awal perjalanan manusia. Laut Selatan juga menjadi bagian dari keseimbangan kosmologis antara laut, manusia, dan gunung.
2. Panggung Krapyak
Menjadi titik awal Sumbu Filosofi Yogyakarta dari arah selatan. Secara filosofis, Panggung Krapyak menggambarkan awal kehidupan manusia, mulai dari proses kelahiran hingga tumbuh mengenal dunia.
3. Alun-Alun Kidul
Melambangkan proses pendewasaan manusia dalam menjalani kehidupan. Ruang terbuka ini juga menggambarkan hubungan manusia dengan lingkungan, masyarakat, dan berbagai pilihan hidup.
4. Keraton Yogyakarta
Menjadi pusat tata ruang sekaligus pusat kehidupan budaya Yogyakarta. Keraton melambangkan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam sekitarnya.
5. Alun-Alun Utara
Berfungsi sebagai ruang pertemuan antara keraton dan masyarakat. Secara filosofis, kawasan ini menggambarkan kehidupan sosial, pengabdian, tanggung jawab, dan hubungan pemimpin dengan rakyat.
6. Tugu Pal Putih
Menjadi penanda utama Sumbu Filosofi dari arah utara. Tugu Pal Putih melambangkan keteguhan, persatuan antara pemimpin dan rakyat, serta perjalanan manusia dalam mendekatkan diri kepada Tuhan.
7. Gunung Merapi
Melambangkan kekuatan alam, kesuburan, dan sumber kehidupan. Gunung Merapi juga menjadi simbol hubungan manusia dengan Sang Pencipta serta tujuan tertinggi dalam perjalanan spiritual.
Secara keseluruhan, Sumbu Filosofi Yogyakarta menggambarkan perjalanan kehidupan manusia, mulai dari kelahiran, pertumbuhan, kedewasaan, pengabdian, hingga kembali kepada Sang Pencipta.